Diskon Sembako Hemat

Dapatkan pemenuhan kebutuhan dapur keluarga dengan harga promo paling murah minggu ini.

Lihat Promo ➔

Cemilan Instan Garing

Stok snack favorit anak-anak melimpah, siap kirim gratis ongkir instan langsung ke rumah.

Lihat Promo ➔

Susu & Nutrisi Anak

Kesehatan buah hati terjaga dengan produk susu formula kualitas premium potongan up to 30%.

Lihat Promo ➔

Sayur & Daging Segar

Pasokan langsung dari petani lokal, dijamin kesegaran bahan makanan higienis untuk keluarga.

Lihat Promo ➔

Kebersihan & Perawatan

Sabun mandi, shampoo, dan perlengkapan cuci baju hemat sabun diskon besar awal bulan.

Lihat Promo ➔

KATEGORI PRODUK

Padi Sebesar Kelapa

Padi Sebesar Kelapa
Rp 0
Dahulu kala di daerah Teluk Pandak terdapatlah sebuah padi sebesar buah kelapa. Masyarakat setempat tidak pernah tahu dari mana asalnya. Padi itu ditemukan oleh seorang penduduk di sekitar rumahnya. Padi yang ditemukan itu bukanlah padi lengkap dengan batangnya, namun hanya sebuah biji padi sebesar kelapa lengkap dengan cangkangnya. Penduduk Teluk Pandak percaya bahwa padi itu merupakan titisan dari Dewi Sri. Mereka seperti mendapatkan berkah dengan turunnya padi itu ke tempat mereka.

Saat musim tanam tiba, masyarakat membawa padi sebesar kelapa tersebut ke sawah yang akan ditanami. Setelah padi di tanam, masyarakat berkumpul untuk melakukan doa bersama agar padi yang ditanam mendapat berkah dari Tuhan. Sekelompok muda-mudi membawakan tari Dewi Sri. Tarian itu diiringi oleh lagu yang bersyair doa dan pujian kepada Tuhan. Lagu itu mereka namakan dengan
Nandung. Kulit padi mereka pukul-pukul sebagai gendang pengiring tarian Dewi Sri.
Waktu terus berjalan. Musim panen pun tiba. Masyarakat kembali berkumpul dan bersama-sama melakukan panen. Panen pertama ini mereka lakukan hanya untuk sebagian kecil padi yang akan digunakan untuk acara makan bersama. Saat akan menuai padi, mereka menimang-nimang padi titisan Dewi Sri itu sambil melantunkan puji-pujian kepada Tuhan atas keberhasilan tanaman mereka. Padi yang sudah dituai kemudian diirik dengan kaki. Setelah itu padi dijemur. Setelah menjadi beras, padi itu dimasak dan dipersiapkanlah sebuah acara makan bersama. Dalam acara itu padi sebesar kelapa itu kembali dibawa. Sebelum makan mereka melagukan syair-syair yang intinya adalah syukuran, doa mohon keberkahan, dan keselamatan kepada Tuhan. Acara makan pun selesai. Keesokan harinya masyarakat secara bersama-sama memanen seluruh padi.

Setelah seluruh padi selesai dipanen, tumbuhlah anak padi dari bekas batang padi yang tinggal. ini lebih kecil. Mereka menamakan padi yang lebih kecil itu dengan Salibu. Padi itu ukurannya lebih kecil dari ukuran padi biasa. Salibu itu kemudian di panen. Setelah dipisahkan dari cangkangnya, Salibu kemudian digonseng dan ditumbuk hingga berbentuk emping. Proses menggonseng hingga menumbuk Salibu dilakukan oleh muda-mudi dari sore hingga malam hari. Selama proses itu tidak jarang ada muda-mudi yang akhirnya berjodoh. Emping dari Salibu kemudian dimakan bersama-sama dalam acara pernikahan muda-mudi yang berjodoh itu.
. Kembali Belanja

Perjalanan Promo Populer

๐Ÿ”ฅ PROMOSI SPESIAL
Memuat produk promosi...
⭐ PRODUK POPULER
Memuat produk populer...

PRODUK PROMO

๐Ÿ”ฅ Produk Promo Pilihan ๐Ÿ”ฅ
Memuat produk promosi...

marque stop produk

Memuat...
Memuat...
Memuat...
Memuat...

๐Ÿ”ฅ PRODUK POPULER ๐Ÿ”ฅ

<-->

✨ HAND-PICKED CURATED PRODUCTS
Memuat produk pilihan...
Keranjang 0
Keranjang Belanja x

Keranjang masih kosong

Total: Rp 0